WEBSITE RESMI PEMESANAN
ROTI BUAYA ONLINE
Pesan Roti Buaya Di Jakarta sekarang ini sudah sangat mudah karena teknologi sekarang ini sudah semakin canggih dan juga maju sehingga untuk memesan roti buaya tersebut Anda tidak perlu lagi mendatangi langsung toko rotinya.

Untuk anda yang ingin membeli Roti Buaya .
Sekarang tidak perlu repot, anda tinggal pesan dan kami antar.

Informasi dan pemesanan hubungi : 08121380691. Pin BB : 5F3AE25F. Whatsapp : 087885701717.
gambar roti buaya

PESAN
Pesanan via online dengan menhubungi Nomor diatas

PRODUKSI
Pesanan diproduksi Lima jam sebelum pengiriman atau Pengambilan

ANTAR
Roti Buaya siap Kirim atau di ambil di tempat

Gambar Roti Buaya

gambar roti buaya

Sejarah Roti Buaya

Sejarah Roti Buaya konon terinspirasi perilaku buaya yang hanya kawin sekali sepanjang hidupnya.Dan masyarakat Betawi meyakini hal itu secara turun temurun.Selain terinspirasi perilaku buaya, simbol kesetiaan yang diwujudkan dalam sebuah makanan berbentuk roti itu juga memiliki makna khusus. Menurut keyakinan masyarakat Betawi, roti juga menjadi simbol kemampanan ekonomi. Dengan maksud, selain bisa saling setia, pasangan yang menikah juga memiliki masa depan yang lebih baik dan bisa hidup mapan.

Roti Buaya Sebagai Simbol Pernikahan Adat Betawi

Setiap acara pernikahan yang mengusung adat Betawi, pasti tak pernah meninggalkan roti buaya. Biasanya roti yang memiliki panjang sekitar 50 sentimeter ini dibawa oleh mempelai pengantin laki-laki pada acara serah-serahan. Selain roti buaya, mempelai pengantin laki-laki juga memberikan uang mahar, perhiasan, kain, baju kebaya, selop, alat kecantikan, serta beberapa peralatan rumah tangga.

Dari sejumlah barang yang diserahkan tersebut, roti buaya menempati posisi terpenting. Bahkan, bisa dibilang hukumnya wajib. Sebab, roti ini memiliki makna tersendiri bagi warga Betawi, yakni sebagai ungkapan kesetiaan pasangan yang menikah untuk sehidup-semati.

Selain itu masyarakat Betawi telah turun temurun menggunakan roti buaya sebagai simbolisasi disetiap pernikahan adat Betawi. Kenapa bentuknya buaya? tapi kita sering mendengar bahwa ada istilah Buaya Darat alias mata keranjang? Persepsi ini yang perlu dijelaskan. Buaya adalah hewan yang panjang umur dan paling setia kepada pasangannya, buaya itu hanya kawin sekali seumur hidup, sehingga orang Betawi menjadikannya sebagai Lambang Kesetiaan dalam rumah tangga.

Selain itu buaya termasuk hewan perkasa & hidup di dua alam, ini juga bisa dijadikan lambang dari harapan agar rumah tangga menjadi tangguh & mampu bertahan hidup di mana aja. Roti Buaya ini dibuat sepasang, yang betina ditandai dengan roti buaya kecil yg diletakan di atas punggungnya atau di samping. Maknanya adalah kesetiaan berumah tangga sampai beranak cucu. Peningset ini harus dijaga sepanjang jalan, supaya tetap mulus hingga sampai ke tangan penganten perempuan.

Selain itu, roti memiliki makna sebagai lambang kemapanan, karna ada anggapan bahwa roti merupakan makanan orang golongan atas. Pada saat selesai akad nikah, biasanya roti buaya ini diberikan pada saudara yang belum nikah, hal ini juga memiliki harapan agar mereka yang belum menikah bisa ketularan dan segera mendapatkan jodoh

Keunikan Roti Buaya

Roti Buaya merupakan sebuah roti yang dipakai dalam seserahan upacara pernikahan adat Betawi berupa sepasang roti buaya. Bagi orang Betawi, merupakan penghormatan atas kesaktian buaya, yang diartikan bukan dalam wujud fisik tetapi siluman yang dipuja. Dengan persembahan sepasang roti buaya maka dianggap perkawinan itu mendapat perlindungan dari kekuatan-kekuatan gaib.

Sepasang roti buaya adalah persembahan mempelai pria kepada mempelai wanita. Buaya putih adalah konsep dunia mitos Betawi, merupakan hewan mistis penunggu sungai yang dianggap keramat. Sepasang roti buaya memiliki simbol kekuatan spiritual yang melindungi pasangan yang menikah itu.

Masuknya buaya (putih) dalam dunia mitos Betawi, merupakan pengaruh yang kuat dari kebudayaan orang Dayak dan Melayu Kalimantan Barat, yang diyakini oleh Prof. Nothofer telah hijrah ke Jakarta paling sedikit sejak abad ke-10 M, mereka inilah yang kemudian menjadi, komponen utama yang menurunkan orang Betawi. Pengembangan konsep ini adalah orang Betawi tidak mensucikan buaya sebagai hewan ma'ujud, tetapi yang dihormati adalah buaya siluman yang warnanya putih.

Jika menilik dari sejarahnya, konon terinspirasi perilaku buaya yang hanya kawin sekali sepanjang hidupnya. Dan masyarakat Betawi meyakini hal itu secara turun temurun. Selain terinspirasi perilaku buaya, simbol kesetiaan yang diwujudkan dalam sebuah makanan berbentuk roti itu juga memiliki makna khusus. Menurut keyakinan masyarakat Betawi, roti juga menjadi simbol kemampanan ekonomi. Dengan maksud, selain bisa saling setia, pasangan yang menikah juga memiliki masa depan yang lebih baik dan bisa hidup mapan.

Selain itu buaya termasuk hewan perkasa dan dipercaya mampu hidup di dua alam. Ini juga bisa dijadikan lambang dari harapan agar rumah tangga menjadi tangguh dan mampu bertahan hidup di mana dan dalam kondisi apa saja. Roti Buaya ini dibuat sepasang, yang betina ditandai dengan roti buaya kecil yg diletakan di atas punggungnya atau di samping. Maknanya tak lain adalah kesetiaan dalam menjalani kehidupan berumah tangga sampai beranak cucu.

Selain itu, roti memiliki makna sebagai lambang kemapanan, karna ada anggapan bahwa roti merupakan makanan orang golongan atas. Pada saat selesai akad nikah, biasanya roti buaya ini diberikan pada saudara yang belum nikah, hal ini juga memiliki harapan agar mereka yang belum menikah bisa “tertular” dan segera mendapatkan jodoh.

Kini, tidak sedikit warga Betawi yang masih mempertahankan tradisi roti buaya ini. Bahkan, beberapa hotel di Jakarta juga memberikan menu khusus ini untuk pasangan yang akan menggelar pernikahannya dengan adat Betawi ini. Demikian juga halnya di sejumlah hotel murah di Jakarta. 

Copyright 2017 -Roti Buaya - All Rights Reserved